Malaysia Grand Prix Gold 2016 : Indonesia Versus Malaysia


Malaysia Grand Prix Gold 2016 : Indonesia Versus Malaysia

Salah satu turnamen bulutangkis yang akan segera dihelat di Malaysia adalah malaysia gpg 2016. Malaysia Grand Prix Gold 2016 merupakan turnamen bulutangkis kedua tertinggi di Malaysia, baik dari sisi poin atlet maupun dari sisi hadiah. Turnamen bulutangkis tertingi Malaysia yang tercatat sebagai turnamen resmi BWF (Badminton World Federation) adalah Malaysia Super Series Premier. Turnamen Malaysia Grand Prix Gold 2016 akan dihelat di Malaysia pada tanggal 19-24 Januari 2016. Hampir semua pemain utama Malaysia akan turun bertanding pada turnamen ini. Pada setiap sektor, BOLAQQ288.COM SITUS JUDI BOLA ONLINE DAN AGEN BOLA TERPERCAYA INDONESIA mengatakan bahwa Malaysia akan diwakili pemain-pemain kelas utama, seperti Lee Chong Wei, Zulfadli Zulkifli, dan pemain muda berbakatnya yang baru saya menjuarai Kejuaraan Dunia Junior 2014, Goh Jin Wei. Tidak hany Malayasia yang akan menurunkan para pemain utamanya, Jepang, Thailand, India, dan Korea Selatan juga menurunkan pemain-pemain utamanya pada turnamen dengan total hadiah sebesar 120 ribu dolar Amerika ini. Indonesia sendiri memiliki catatan sejarah yang baik delama turnamen Malaysia Grand Prix Gold ini dilaksanakan setiap tahunnya. Namun dengan pencapaian prestasi atlet bulutangkis Indonesia pada beberapa tahun terakhir ini, apakah para wakil Indonesia masih mampu untuk merebut gelar juara?

Malaysia Grand Prix Gold 2016 : Indonesia Versus Malaysia

Wakil Indonesia di Malaysia Grand Prix Gold 2016

Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh BOLAQQ288.COM SITUS JUDI BOLA ONLINE DAN AGEN BOLA TERPERCAYA INDONESIA sebelumnya, Indonesia akan menempatkan cukup banyak pemain ada malaysia gpg 2016 kali ini. Pada sektor tunggal putra, Indonesia akan kembali diwakili oleh Tommy Sugiarto, Simon Santoso, Wisnu Yuli Prasetyo, Muhammad Bayu Pangisthu dan beberapa pemain muda tunggal putra. Pada sektor tunggal putri, beberapa pemain putri, seperti Lindaweni Fanetri, Maria Febe Kusumastuti, Hanna Ramadhini, Fitriani, dan Gregoria Mariska akan mewakili Indonesia pada turnamen ini. Pada sektor ganda, banyak pemain muda yang juga akan bertarung untuk memperebutkan juara pada turnamen Malaysia Grand Prix Gold 2016 ini. Pada sektor ganda putra, misalnya, Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi, Gideon Markus Fernaldi/Kevin Sanjaya Sukamuljo, dan Berry Angriawan/Ryan Agung Saputra akan mewakili Indonesia di turnamen ini. Sektor ganda putri juga akan didominasi oleh para pebulutangkis muda Indonesia, seperti Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari, Pia Zebadiah/Aprilsasi Putri Lejarsar, dan Anggia Shitta Awanda/Mahadewi Istirani Ni Ketut. Pada sektor terakhir, yakni ganda campuran, Indonesia akan menurunkan kekuatan utama Pelatnas Cipayung. Hal ini bisa dilihat dari komposisi pemain utama pelatnas yang turun pada turnamen ini, seperti pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Ronald Alexander/Melati Daeva Oktavian, Praveen Jordan/Debby Susanto, dan Irfan Fadhilah/Weni Anggraini. Dengan demikian, jika dilihat dari komposisi pemain secara keseluruhan, maka terlihat bahwa para wakil Indonesia pada turnamen bulutangkis ini banyak didominasi oleh pemain muda Indonesia.

Rivalitas Indonesia dan Malaysia di Thailand Grand Prix Gold 2016

Satu hal menarik yang slelau menjadi perhatian pada turnamen Malasia Grand Prix Gold adalah persaingan antara dua negara bulutangkis dunia, yakni Indonesia dan Malaysia. Bukanlah rahasia bahwa kedua negara ini memiliki catatan sejarah yang panjang dalam berbagai kompetisi bulutangkis yang ada, mulai dari Thomas Cup, All England, bahkan turnamen Olimpiade. Hal tersebut juga terlihat pada turnamen Malaysia Grand Prix Gold ini. Pada tahun ini, persaingan akan paling terasa pada sektor ganda putra dan ganda campuran. Meskipun secara peringkat dunia pasangan ganda Malaysia tidak memiliki posisi yang baik, namun kondisi mereka sebagai tuan rumah akan sagat menguntungkan bagi para pemain Malaysia. Ditambah dengan dukungan penonton, maka pemain-pemain Malaysia akan menjadi pesaing yang tangguh pada turnamen ini.

Selain itu situs BOLAQQ288.COM SITUS JUDI BOLA ONLINE DAN AGEN BOLA TERPERCAYA INDONESIA juga menyebutkan bahwa, pada beberapa turnamen terakhir, beberapa pasangan ganda putra dan campuran kita pernah mengalami kekalahan dari pasangan ganda Malaysia. Pada tahun lalu, misalnya, pasangan ganda putri kita gagal masuk ke putaran final Sea Games di Singapura karena dikalahkan oeh pasangan putri Malaysia. Di sisi lain, pasangan ganda campuran kita, Praven/Debby hampir saja kehilangan set ketiga ketika di final mengalahkan pemain ganda campuran Malaysia. Hal ini menunjukkan bahwa pemain Malaysia memiliki kualitas yang tidak kalah baiknya dnegan pemain Indonesia pada turnamen malaysia gpg 2016 ini.

Selanjutnya buat teman pembaca indonesia bisa juga menyimak informasi lainnya dan sekarang kita beralih ke sepakbola yang pada pembahasan nya  tentang  Final Piala Jenderal Sudirman serta ada juga informasi mengenai  Masa Depan Suram Bintang Muda dan Timnas di Balik Euforia Turnamen selain itu ada juga informasi dari sepakbola eropa yakni  Akhir Perjalanan Pep Guardiola dengan Bayern Munich.

Leave a Comment